November 30, 2017

SURVEI

PERSEPSI PERAWAT INDONESIA TENTANG KESIAPAN MENGHADAPI BENCANA
Mohon dengan hormat bantuan dan kesediaan Bapak/Ibu/Sdr Perawat Indonesia dimanapun berada untuk memberikan jawaban terhadap seluruh pernyataan tentang kesiapan bencana yang tersedia di bawah ini.

Survei ini tidak menimbulkan akibat yang merugikan bagi Bapak/Ibu/Sdr dan kerahasiaan semua informasi akan kami jaga dan hanya untuk kepentingan penelitian.
A. KARAKTERISTIK RESPONDEN
  • - Jenis Kelamin -
  • Laki laki
  • Perempuan
Surat Tanda Registrasi Perawat (STR) (pilih salah satu)
Pendidikan terakhir (pilih salah satu)
Mengikuti pelatihan gawat darurat atau siaga bencana
B. PETUNJUK PENGISIAN
  1. Pilihlah salah satu jawaban pada tiap baris yang tersedia
  2. Ada enam alternatif jawaban, yaitu :
    • Sangat Setuju (SS)
    • Setuju (S)
    • Ragu-ragu (R)
    • Kurang Setuju (KS)
    • Tidak Setuju (TS)
    • Sangat Tidak Setuju (STS)
C. Butir Perntanyaan/ Pernyataan Tentang Bencana

I. PENGETAHUAN TENTANG BENCANA

1. Saya tertarik mengikuti kelas (pelatihan) tentang kesiapan menghadapi bencana yang berhubungan langsung dengan situasi di komunitas saya.
2. Saya tertarik dengan kelas-kelas mengenai kesiapan dan penanggulangan bencana yang ditawarkan, sebagai contoh, di lingkungan tempat kerja, universitas, atau komunitas.
3. Manurut saya, hasil penelitian terpublikasi tentang kesiapan bencana mudah dipahami.
4. Saya mengetahui batasan pengetahuan, keahlian, dan wewenang saya sebagai seorang perawat teregistrasi untuk bertindak dalam situasi bencana, dan saya akan mengetahui saat saya melampaui batasan-batasan tersebut.
5. Mencari informasi yang relevan mengenai kesiapan bencana terkait dengan kebutuhan komunitas di sekitar saya merupakan suatu hambatan bagi tingkat kesiapan saya.
6. Saya memperhatikan potensi kerawanan di komunitas sekitar saya (misalnya gempa bumi, banjir, teror).
7. Menurut saya, apabila terjadi situasi bencana, ada dukungan yang memadai dari petugas/pejabat lokal di tingkat kabupaten atau pusat.
8. Saya mengetahui tempat untuk mencari penelitian yang relevan atau informasi yang terkait dengan kesiapan dan penanggulangan bencana untuk mengisi celah pengetahuan saya.
9. Saya memiliki daftar kontak orang-orang di lingkungan medis atau kesehatan di tempat saya bekerja. Saya mengetahui kontak rujukan apabila terjadi situasi bencana (misalnya departement/bagian kesehatan).
10. Menurut saya, hasil penelitian terpublikasi tentang kesiapan dan penanggulangan bencana mudah diakses.
11. Saya berpartisipasi dalam salah satu kegiatan pendidikan seperti kelas pendidikan berkelanjutan, seminar atau konferensi terkait dengan kesiapan bencana secara rutin.
12. Saya memahami sistem tanggap darurat bencana lokal.
13. Saya mengetahui pihak yang harus dihubungi (rantai komando) dalam situasi bencana di komunitas saya.
14. Saya membaca artikel jurnal terkait dengan kesiapan bencana.
15. Saya berpartisipasi/telah berpartisipasi dalam menyusun pedoman, rencana tanggap darurat, atau melobi untuk kemajuan di tingkat lokal atau nasional.
16. Saya telah perpartisipasi dalam penyusunan rencana tanggap darurat dan perencanaan tanggap darurat situasi bencana di komunitas saya.

II. KEAHLIAN MENANGGULANGI BENCANA

1. Saya mengetahui prinsip triase yang digunakan dalam situasi bencana.
2. Saya berpartisipasi dalam simulasi atau latihan penanggulangan bencana di tempat kerja saya (misalnya klinik, rumah sakit) secara rutin.
3. Menurut saya, saya memiliki kesiapan dalam penanggulangan bencana.
4. Apabila terjadi bioterorisme/serangan biologis, saya tahu cara menggunakan alat perlindungan diri.
5. Saya akan dipercaya sebagai figur pemimpin kunci di komunitas saya dalam situasi bencana.
6. Apabila terjadi bioterorisme/serangan biologis, saya tahu cara melakukan prosedur isolasi sehingga saya mampu meminimalkan risiko paparan yang terjadi pada komunitas.
7. Apabila terjadi bioterorisme/serangan biologis, saya tahu cara melakukan prosedur dekontaminasi.

III. KESIAPAN KELUARGA MENGHADAPI BENCANA

1. Saya memiliki rencana tanggap darurat pribadi/keluarga ketika berada pada situasi bencana.
2. Saya memiliki kesepakatan dengan orang terkasih dan anggota keluarga tentang cara melakukan rencana tanggap darurat pribadi/keluarga.

IV. RESPON PENGETAHUAN KHUSUS BENCANA

1. Saya mampu mendeskripsikan peran saya dalam menghadapi fase bencana dalam konteks lingkungan kerja, publik, media, dan kontak pribadi.
2. Saya mengetahui logistik dan peran organisasi antara badan-badan di lingkungan daerah, provinsi maupun pusat dalam situasi tanggap darurat.
3. Saya mengetahui intervensi psikologis, terapi perilaku, strategi kognitif, kelompok pendukung, dan debrifing (penyelidikan) mengenai kecelakaan bagi pasien yang mengalami trauma emosi dan fisik.

V. MANAJEMEN PASIEN SELAMA RESPON TERHADAP BENCANA

1. Saya mampu mengatasi gejala dan reaksi umum korban yang masih bertahan dalam situasi bencana, yang bersifat afektif, behavioral, kognitif, dan fisik.
2. Saya merasa yakin dalam memberikan pendidikan stres dan gangguan abnormal terkait dengan trauma kepada pasien.
3. Saya mampu mengidentifikasi indikator potensi paparan massa yang terbukti dengan adanya sekelompok pasien dengan gejala yang sama.
4. Sebagai seorang perawat teregistrasi, saya merasa yakin bila menjadi manajer atau koordinator penyelamatan.
5. Saya merasa yakin bahwa saya mampu merawat pasien secara mandiri tanpa pengawasan dokter dalam situasi bencana.
6. Saya merasa yakin bekerja sebagai praktisi perawat triase dan mendirikan klinik sementara dalam situasi bencana.
7. Sebagai seorang perawat teregistrasi, saya yakin dengan kemampuan saya sebagai penyedia layanan langsung dan awam khusus bila berada dalam situasi bencana.
8. Saya merasa yakin menjalankan rencana tanggap darurat, prosedur evakuasi, dan fungsi serupa lainnya.
9. Sebagai seorang perawat teregistrasi, saya merasa sangat yakin dengan kemampuan saya sebagai anggota tim dekontaminasi.
10. Saya memahami kelompok utama (A, B, C) senjata biologis (seperti antraks, pes, botulisme, cacar), tanda-tanda dan gejalanya, serta perawatan yang efektif.
11. Saya merasa yakin telah mengetahui berbagai deviasi (penyimpangan) penilaian kesehatan yang menunjukkan paparan yang berpotensi terjadi pada agen biologis.
12. Apabila terjadi bioterorisme/serangan biologis, saya mengetahui cara merekam riwayat kesehatan dan melakukan penilaian kesehatan terfokus, terutama pada agen biologis yang digunakan.

VI. PENGETAHUAN MENGENAI PEMULIHAN BENCANA

1. Saya mengetahui cakupan peran saya sebagai seorang perawat dalam sebuah situasi pascabencana yang akan terjadi.

VII. MANAJEMEN PEMULIHAN BENCANA

1. Saya mampu mengidentifikasi tanda-tanda dan gejala gangguan stres akut dan gangguan stress pascatrauma (PSTD).
2. Saya berpartisipasi dalam penilaian teman sebaya tentang keahlian terkait kesiapan dan respon terhadap bencana.
3. Saya merasa yakin dalam memberikan pendidikan yang berhubungan dengan keahlian dan pelatihan bagi pasien yang mengalami situasi traumatis sehingga mereka mampu mengatasi sendiri.
4. Saya mengetahui cara melakukan penilaian kesehatan terfokus pada gangguan stres pascatrauma (PSTD)
5. Saya merasa yakin dalam mengatur (menangani, mengevaluasi) luapan emosi pada gangguan stres akut atau gangguan stres pascatrauma (PSTD) akibat bencana atau trauma secara multidisipliner seperti arahan dan tindak lanjut, dan saya memahami apa yang diperkirakan terjadi pada bulan-bulan berikutnya.
Keterangan:
1. PTSD: post-traumatic stress disorder (Gangguan stres pascatrauma)
2. RN: Register Nursing (Perawat yang teregristrasi)